“Teologi Sastra Hikmat”
From July 13th, 2020
Play Download

Teologi Sastra Hikmat (Kebijaksanaan) juga mengandung teologia dan itu dapat merupakan pewahyuan yang valid. Namun, untuk memahami dan menerimanya, perlu adanya integrasi dari keseluruhan Alkitab, dan perlu juga untuk memperhatikan konteks historis, sosial, dan religius, sehingga tulisan-tulisan dari sastra kebijaksanaan yang mengandung wahyu dapat dicermati; bahwa pada bagian tertentu, dia lebih dari sekadar kebijaksanaan untuk menjalani hidup sehari-hari.

Teologi dari Kitab Ayub
Teologi dari kitab Ayub mencakup tentang masalah kehidupan manusia, tentang Tuhan dan kesulitan manusia, dan tentang resolusi kesulitan manusia. Di tengah pencobaan yang dihadapi oleh Ayub, teman-temannya menilai bahwa bencana yang dia alami adalah karena dosa dan kesalahan dia. Meskipun perkataan-perkataan mereka tampak mengandung hikmat, akan tetapi, mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Mendengar perkataan-perkataan mereka, Ayub, sepertinya dapat melihat kebenaran, namun, di dalam kasusnya sendiri, dia merasa perkataan mereka tidak cocok untuk persoalan yang sedang dialami.

Keterbatasan pengetahuan manusia membuat Ayub bertanya kepada Tuhan, mengapa dia mendapatkan kesusahan yang seperti itu. Setelah mencoba untuk berargumentasi akhirnya Ayub bungkam karena mengetahui bahwa dia bukanlah siapa-siapa dibandingkan dengan Allah, Pencipta yang berdaulat.

Sebagai resolusi dari persoalan manusia, manusia perlu menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak diketahui oleh mereka. Dalam kasus Ayub, hanya Tuhan dan setan yang tahu dengan persis, apa yang sebenarnya sedang terjadi. Yang sebenarnya, yang sedang terjadi adalah bahwa Tuhan sedang mengizinkan pencobaan terjadi atas Ayub, sesuai dengan pengetahuan, hikmat, dan rancangan-Nya yang besar bagi mereka yang dikasihi oleh Dia.

Teologi dari Amsal
Amsal mengandung prinsip-prinsip umum yang baik, berguna, dan efektif dalam menjalani hidup yang saleh di hadapan Tuhan. Dasar dari kebijaksanaan-kebijaksaan yang diberikan dalam kitab Amsal adalah takut akan Tuhan. Artinya, kebijaksanaan berkaitan dengan kesalehan dan hubungan dengan Tuhan, bukan intelektualitas. Secara moral, tulisan-tulisan di dalam kitab Amsal berhubungan dengan Taurat. Contohnya, Amsal menentang percabulan dan dosa-dosa seksual.

Dalam hal presentasinya, Amsal menggunakan perumpamaan-perumpamaan, gambaran, atau ilustrasi. Sebagaimana dalam kebiasaan orang Ibrani, Amsal mempersonifikasi hikmat atau kebijaksanaan sebagai seorang wanita (band. Amsal 31). Namun, meskipun mengandung kebenaran-kebenaran yang berguna untuk kehidupan sehari-hari, patut untuk diingat dan digaris-bawahi bahwa Amsal tidak memberikan garansi atau jaminan yang spesifik dan detil mengenai kesuksesan yang akan diterima ketika menjalankan prinsip-prinsip itu, meski secara umum, dengan dia, keberhasilan dan keuntungan mungkin sekali untuk diperoleh. Alasannya mengapa demikian adalah, karena hidup adalah sesuatu yang kompleks dan mengandung hal-hal yang tidak terjangkau dengan pengetahuan yang terbatas dan umum dari manusia (band. Ayub 1-2).

Ikuti lanjutan pelajaran ini di mata kuliah “Dasar-dasar Teologi Perjanjian Lama” lengkap dengan koleksi teks dan audio yang tersedia online. Untuk informasi dan registrasi silahkan klik di sini. Tuhan memberkati.

WRITTEN BY: webadmin

No comments yet.

Leave a reply

Reset all fields